Yth. Bapak Julianta Manalu
Udah aku upload nih semua LKS nya, ga semua juga sih!! Cuma beberapa aja, abis capek banget uploadnya pak >O<
Tapi all is over. Give me high score yah :)) Hehehe..
Sincerly, Gusti Indah Lestari Kelas X5
I am simple girl, write all i wanna write, caused by the words on the paper i can tell what im feelin inside. Read and give a comment for it.
Jumat, 01 Juni 2012
Minggu, 18 Maret 2012
Cerpen ku "Cahaya Harapan Masa Depan"
Nama : Gusti Indah Lestari
Kelas : X5
SMA Negeri 1 Pangkalpinang
K.D. Menulis cerita pendek berdasarkan pengalaman pribadi dan orang lain
Cahaya Harapan Masa Depan
Di kala senja di musim yang bahagia, angin berdesir lembut menggoda dedaunan. Kicauan burung menghentakkan pohon yang sedang terjaga. Bebatuan masih tak bergeming meski telah lekang oleh panas dan lapuk oleh hujan. Badai pun nampak berceloteh kepada lautan yag terus berlagak mengejar ombak di hamparan biru tepian pantai. Tak pernah seorang pun kan menyangka waktu begitu cepat berlalu, seperti cahaya putih yang tersenyum sekilas melewati langit yang berduka. Begitulah hari demi hari detik demi detik dia lewati dengan pahitnya kehidupan. Berjalan dalam kehampaan menyongsong masa depan yang belum bisa diterka. Akankah baik atau akankah berakhir dengan buruk? Siapa yang tahu.
Seorang gadis berambut panjang dengan tubuh lumayan berisi. Siapa sangka? Ia ibu berumur 40-an, padahal bila diperhatikan dengan saksama dia sudah begitu tua dan rapuh. Hidup di sebuah daerah terpencil yang masih sejuk dan asri. Derita dan keluh kesah habis terlumat oleh peluhnya. Dahulu ia adalah seorang wanita yang anggun dan mempesona. Wanita yang mengabdikan hidupnnya di dunia pendidikan. Sesampainya ia mengarungi biduk rumah tangga ia masih tetap menjadi insan pengajar.
Selasa, 06 Maret 2012
Narrative Text "Jasmine and Aladdin"
Class : X5 (Green Shappire)
Members :
1. Ade Arinda as Jasmine Azzahra
2. Gusti Indah Lestari as Genie
3. Harits Aldi Yafi as Aladdin
4. Novan as George and servant
5. Rossa Nurnegsih as Mother’s Jasmine
“Jasmine and Aladdin, The Special Story”
Narrator : Once upon a time, in Arabia Knight there was a ancient kingdom. In the kingdom, there lived a beautiful princess named Jasmine Azzahra. She was so pretty, kind and humble.
One day, Jasmine was so bored in her castle and she went to the market. But on the street, suddenly the highwayman came and try to kidnapped the Princess.
Sabtu, 18 Februari 2012
Ilmu Ekonomi : "Cara Menghitung PDRB "
Nama : Gusti Indah Lestari
Kelas : X5
Metode Penghitungan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku
Pendapatan Regional Atas Dasar Harga Berlaku dapat dihitung melalui dua metode yaitu metode langsung dan metode tidak langsung.
- Metode Langsung adalah metode penghitungan dengan menggunakan data yang bersumber dari daerah. Metode langsung akan dapat memperlihatkan karakteristik sosial ekonomi setiap daerah. Disamping itu manfaat pemakaian data daerah adalah dapat digunakan untuk menyempurnakan data statistik daerah yang lemah.
- Metode Tidak Langsung adalah metode penghitungan dengan cara alokasi yaitu mengalokir PDB Nasional menjadi PDRB Provinsi dengan menggunakan beberapa indikator produksi dan atau indikator lainnya yang cocok sebagai alokator.
Puis "Bunda"
Dirinya Bunda Ku
Dirinya…
Dirinya yang dulu bersahaja
Pernah ku rasa dan dapatkan
Peluk dan cium hangat darinya
Senyum dan tawa terukir di wajahnya
Dialah tempatku bernaung
Menerjang topan dan badai
Beri ku warna-warni kasih
Yang tulus dari lubuk sanubari
Aku kini besar dan kokoh
Karena jerih payah nya
Cucuran peluh dan sayu dimatanya
Tak pernah ku dengar dia mengeluh
Kini dia telah renta dan keriput
Lemah dan tak berdaya
Di ombang-ambing masa tua
Menungggu hari kedamaian
Kini engkau tlah tiada
Terbang dan melayang ke dunia-Nya
Ku sesali ku ratapi
Tak bisa menjaga merawat dan melindungi mu
Di hembusan nafas terakhir dalam waktu mu
Sabtu, 04 Februari 2012
Sinopsis Andong
Nama : Gusti Indah Lestari
Kelas : X5
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
KD 9.1 : Menyimpulkan isi informasi yang disampaikan melalui tuturan langsung
Andong
Andong merupakan alat transportasi tradisional yang berasal dari Indonesia. Di setiap daerah di Indonesia nama andong itu sendiri berbeda-beda. Nama andong itu berasal dari Yogyakarta, namun di lain tempat seperti di Jawa Timur andong disebut Dukar, di daerah Jakarta andong disebut Sado, dan di beberapa tempat lainnya disebut Delman.
Dalam sejarahnya, andong pertama kali digunakan untuk mengangkut raja-raja dan golongan bangsawan pada masa kepemimpinan Sultan Hamengkubuwono VII dan pada masa kepemimpinan Sultan Hamengkubuwono VIII mengalami peralihan fungsi. Kita dapat mengetahui bahwa fungsi andong tidak hanya mengangkut golongan bangsawan tetapi juga rakyat jelata, hal ini dapat diketahui secara lengkapnya di Museum Kereta.
Di Yogyakarta, andong mempunyai 2 tipe yaitu andong wisata dan nonwisata. Andong wisata digunakan untuk mengangkut para wisatawan yang ingin berkeliling kota Yogyakarta, ciri khas andong ini berukuran besar dan relatif lebih indah karena banyak aksessoris yang di tambahkan. Sedangkan andong nonwisata relatif lebih kecil dan biasa saja, digunakan untuk mengangkut penduduk. Tarif andong cukup terjangkau sekitar Rp. 15000 s/d Rp. 20000 untuk jarak tempuh yang dekat dan Rp. 50000 s/d Rp.60000 untuk jarak tempuh jauh. Terdapat jalur khusus untuk andong di Yogyakarta.
Andong memanfaatkan tenaga kuda untuk menarik keretanya. Jumlah kuda yang lazimnya dipakai adalah satu atau dua. Kereta pada andong dibuat dari kayu tetapi pada rodanya ada juga yang terbuat dari ban karet. Kapasitas penumpang andong biasanya lima sampai enam orang termasuk kusir. Kusir adalah orang yang mengendalikan laju andong. Keistimewaan saat naik andong kita dapat menikmati suasana yang indah dan melihat pemandangan disekitarnya. Selain di Yogyakarta, andong juga tidak asing lagi di daerah lainnya namun sekarang populasi andong sudah berkurang. Andong juga terdapat di negara lain namun biasanya disebut kereta kencana. Kereta kencana ini biasanya sangat terawat dan indah karena digunakan dalam acara-acara penting. Seperti di Inggris, kereta kencana adalah kendaraan yang dipakai Pangeran Inggris untuk berkeliling kota seusai acara pernikahan di gereja.
Sinopsis Novel "Layar Terkembang"
Nama : Gusti Indah Lestari
Kelas : X5
SMA Negeri 1 Pangkalpinang
“Sinopsis Sebuah Novel”
Layar Terkembang
Karya : Sutan Takdir A.
Kisah ini terjadi di Jakarta. Tuti dan Maria adalah kakak beradik, anak Raden Wiraatmaja pensiun Wedana di daerah Banten. Tuti anak tertua menjadi seorang guru dan aktif dalam kepengurusan organisasi wanita yang bernama Putri Sedar yang bercita-cita mengangkat martabat kaum wanita setaraf dengan kaum pria. Sedangkan Maria, adik Tuti seorang remaja yang lincah, periang, dan sedikit manja. Ia juga bercita-cita menjadi seorang guru, namun tidak aktif dalam kegiatan organisasi.
Tuti dan Maria mengenal Yusuf pertama kali di Gedung Akuarium, Pasar Ikan. Yusuf ialah anak Demag Munaf di Martapura, Sumatera Selatan. Ia kini belajar di Sekolah Tabib Tinggi tahun terakhir. Sejak berkenalan dengan Maria, ia menaruh rasa simpatik kepada gadis semampai yang ceria itu. Perkenalan ini semakin lama semakin akrab dengan berkunjungnya Yusuf ke rumah Maria. Dengan Tuti, Yusuf menaruh simpatik dan hormat karena mereka sama-sama aktif dalam organisasi. Tuti bergabung dalam perkumpulan Putri Sedar, sedangkan Yusuf bergabung dalam pergerakkan Pemuda Baru.
Paman Partidiharja sangat cemas kepada keputusan Saleh yang mengundurkan diri dari pekerjaannya di Kantor Yustisi. Ia tidak mengerti kemauannya, mengapa Saleh malah ingin menjadi petani dan tinggal di dusun Sindanglaya.
Tuti, Maria dan Yusuf kini terlibat dalam pembicaraan tentang sikap sebagian orang terpelajar terhadap kaum pemeluk agama yang umumnya telah lanjut usia. Kebanyakan dari mereka memandang rendah kaum agama itu. Lagipula kebanyakan kita beranggapan bahwa ketekunan beribadah itu dilakukan setelah tua, setelah tiada lagi yang patut dikerjakan.
Perkumpulan Sedar mengadakan rapat besar. Pada penutupan rapat itu Tuti berpidato dengan judul “Sikap Perempuan Baru”. Dalam pidato itu Tuti mengemukakan gagasan baru tentang bagaimana semestinya kedudukan wanita itu dalam masyarakat modern. Pidato ini mendapatkan perhatian yang besar karena telah mengetuk hati perempuan yang hadir saat itu.
Tuti menegaskan bahwa tujuan utama putri sedar ini ialah mengangkat harkat dan martabat kaum wanita, serta membangun peran serta wanita sebanding dengan kaum laki-laki. Kaum wanita harus memperoleh hak yang sama dalam kehidupan, untuk itu wanita harus mau menghilangkan sifat-sifat minta dikasihi, lemah hati justru dapat merendahkan derajatnya di mata laki-laki. Kaumnya harus mampu bersama-sama dengan kaum lelaki untuk menyelenggarakan kepimpinan Negara, perusahaan, pendidikan, dalam kesenian dan lain-lain.
Yusuf memperpendek waktu berliburnya di Martapura. Ia semakin merasa rindu terhadap Maria yang kini berada di Bandung. Yusuf pun segera ke Bandung menemui Maria. Mereka pun pergi bertamasya ke Bukit Dago dan disanalah mencurahkan rasa rindu dan kasih sayangnya. Mereka menikmati kebersamaan dengan hati yang penuh semangat.
Maria telah menamatkan Sekolah HBS dan segera mengajar di HIS Muhammadiyah Keramat. Sementara itu perkumpulan Pemuda Baru mengadakan kongres di Jakarta. Pada malam harinya dipertunjukkan sandiwara yang berjudul Sandyakala Ning Majapahit karya Sanusi Pane. Pertunjukkan itu menampilkan Yusuf yang berperan sebagai Damar Wulan sedangkan Maria berperan sebagai Anjarasmara.
Disamping gelora semangatnya yang menyala-nyala, Tuti kini sering melamun memikirkan dirinya yang sudah dewasa untuk membina rumah tangga jika mau. Perubahan sikap Tuti ini diketahui pula oleh Maria dan ayahnya. Kegelisahan hati Tuti memuncak ketika menerima surat cinta dari Supomo. Isi suratnya menyadarkan Tuti kembali bahwa kini usianya sudah dua puluh tujuh tahun, usia yang tidak lagi muda dan sudah cukup dewasa untuk menikah. Supomo bermaksud melamar Tuti, namun lamaran Supomo itu ditolaknya dengan halus agar Supomo tidak tersinggung.
Sementara itu Maria sedang sakit di Rumah Sakit Pacet. Maria menderita TBC atau sakit paru-paru yang semakin lama semakin parah dan menyiksa dirinya. Sering juga Yusuf dan Tuti menjenguk Maria disana. Untuk menjenguk Maria di kota pegunungan itu Tuti sendiri sering pula bersama-sama bermalam di rumah Ratna, teman seperjuangannya dalam organisasi Putri Sedar dulu yang kini telah berkeluarga. Kehidupan mereka sangat bahagia meski hanya bercocok tanam. Sambil mereka menjadi suami istri yang berbahagia, mereka membimbing rakyatnya ke arah kesempurnaan pendidikan. Ketika itulah Tuti mengerti bahwa kehidupan yang mulia dan bahagia tidak perlu diarahkan semata-mata hanya dengan aktif dalam organisasi resmi. Akan tetapi ada juga orang desa itu yang mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui pekerjaan nonformal tersebut.
Karena sakit paru-parunya Maria semakin parah, telah hampir-hampir menemukan ajalnya, dia mengungkangkapkan sesuatu kepada Yusuf dan Tuti. Sebelum ia meninggalkan alam fana ini ia sempat bernasehat kepada mereka bahwa ia tidak akan rela jikalau mereka berdua sepeninggalannya akan bercerai satu sama lain.
Dengan perkataan yang penghabisan itulah membuat hati Yusuf dan Tuti menjadi tersentak seakan-akan jantung mereka akan berhenti berdetak. Benarlah di kemudian hari, Yusuf dan Tuti bermaksud hidup bersama dalam suatu ikatan perkawinan. Mereka menyempatkan diri ke makam Maria di Pacet sebelum acara pernikahannya dilangsungkan. Demikianlah cerita ini berakhir.
Langganan:
Postingan (Atom)