Total Tayangan Halaman

Rabu, 13 Februari 2013

Part 3 ~Maaf Atas Yang Terlewatkan~



Part 3

Hari ini cuacanya galau badai banget. Di luar hujan lebat dan aku lupa bawa payung. Sementara teman-teman yang lain sudah pada nekat pulang, aku malah masih betah berdiri di pinggiran perpustakaan ini sambil menunggu hujan reda. Dingin brrrr!
Apalagi dari jendela aku bisa liat Ramzi sedang duduk di perpustakaan sambil membaca novel. Dia terlihat sangat tampan saat seperti ini, aku menahan kaki ini agar tidak masuk ke dalam dan menyapanya.


Part 2 ~Maaf Atas Yang Terlewatkan~



Part 2

“Esta bangun dong! Woi bangun! Lo bisa telat ke sekolah kalo ga bangun sekarang,” kata seseorang sayup-sayup di telingaku.

“Jam.. be..ya..pa seka..yang?” tanyaku dari balik selimut. Mata ini terasa di lem, setelah tiga hari ikut MOS badan ini capeknya beeuuh seperti ditimpa karung besi.


Part 1 ~Maaf Atas Yang Terlewatkan~



Part 1

“Ah, lelah sekali rasanya! Aku ingin pulang! Sekarang jugaaaaa!” gerutu ku dalam hati.
Aku dan teman-temanku sudah berdiri di bawah terik matahari ini selama kurang lebih satu jam, dan hasilnya apa. Para senior-senior itu hanya memandang kami dari bawah pohon. Mereka seakan menjemur cucian di lapangan basket sekolah ini. Mungkin inilah yang namanya MOS versi anak SMA Bhayangkari. Huh!


Prolog ~Maaf Atas Yang Terlewatkan~



Maaf, Atas Yang Terlewatkan

Prolog ~

Bukan maksudku membiarkan dia berlalu begitu saja. Hati ini selalu menjerit memanggil namanya, hanya saja dia yang tak pernah berpaling dan menyambutku. Dia masih tetap dia. Dia masih seperti yang dulu, yang pernah membuat hatiku membeku untuk waktu yang lama. Dia masih seperti yang dulu, dan aku masih seperti yang dulu,  kokoh dan dingin tanpa senyum ketika berhadapan dengannya. Dia bagai batu  karang yang setiap kali ombak datang hanya bisa diam di tempat menantang, namun terus terkikis hingga hilang dan berlalu.


Rabu, 30 Januari 2013

Resensi Film Heart 2 Heart


Nama : Gusti Indah Lestari
Kelas  : XI IPA 2
Tugas Seni Budaya

Judul film :
Heart 2 Heart

Tema  :
Kisah cinta romantis dengan pengorbanan besar dan  ketulusan cinta yang abadi.

Ringkasan cerita :
Indah dan Pandu pertama kali bertemu di sebuah pedesaan yang dikelilingi kebun teh. Indah pergi berlibur disana dan berkenalan dengan Pandu, seorang pria yang menderita kanker otak stadium akhir yang telah menyentuh hatinya dengan ketulusan. Pandu ingin terus bersama Indah, namun kebersamaan mereka hanya berlangsung 3 hari. Indah kembali ke Jakarta kota asalnya, dan Pandu sendiri nantinya akan pergi ke Jakarta untuk melanjutkan SMA nya disana. “Kalau kita berjodoh, kita pasti akan bertemu lagi” demikianlah Pandu berkata kepada Indah agar dia merasa yakin bahwa mereka sebenarnya ditakdirkan bersama meskipun pada kenyataanya Indah telah memiliki seorang kekasih bernama Ramon. Indah dan Ramon telah dijodohkan oleh kedua orangtua mereka sejak kecil.
Suatu malam, Indah bertengkar dengan Ramon. Pertengkaran ini adalah puncak dari kegelisahan Ramon karena Indah ternyata selalu bersama dengan Pandu di sekolah. Setelah kepindahan Pandu ke SMA itu, Ramon merasa Indah menjauh darinya. Malam itu, Indah mengalami kecelakaan mobil yang menyebabkan dia buta dan bisu. Setelah kecelakaan itu, Ramon menjauhi Indah. Sedangkan Pandu sulit mendekati Indah karena dia selalu berusaha menutup dirinya.
Indah yang merasa depresi dan tertekan dengan nasibnya memilih untuk menyendiri ke desa tempat dia pertama kali bertemu dengan Pandu. Disana ia dirawat oleh temannya bernama Dita yang setia menemaninya. Hingga akhirnya, Pandu pun memutuskan untuk kembali ke desa dan menemani Indah juga. Mereka menghabiskan waktu bersama-sama demi mengurangi kesedihan Indah. Dita yang mengetahui penyakit Pandu bekerjasama dengan Dimas teman Pandu agar kebersamaan mereka dapat berlangsung lebih lama lagi.
Saat Indah dan Pandu pergi ke bukit, Pandu merasa waktunya tidak akan lama lagi. Dia berkata kepada Indah, dia akan menjadi mata untuk Indah agar dapat melihat dunia lagi. Indah yang meraung kuat saat Pandu meninggal dunia di sisinya akhirnya mampu mengeluarkan suara dengan memanggil nama Pandu berulang kali. Namun Pandu tetap tidak bergerak dan menjawab. Pandu telah pergi ke dunia lain, dan meninggalkan matanya untuk Indah agar mereka tetap bisa bersama meski jarak telah memisahkan. Akhirnya Indah dapat tersenyum lagi dan melihat kembali dunia, dia tetap menyimpan kenangan bersama Pandu di hatinya.
Tokoh/nama :
·        Utama
1.      Indah  : Baik hati, murah senyum, lemah lembut, penyayang dan lemah.

2.      Pandu : Baik hati, setia, penyayang, rela berkorban dan berjiwa besar.

3.      Ramon : Kasar, pemarah, tidak setia dan egois.

·        Pembantu :
1.      Mama Indah : Keras kepala, egois dan penyayang.

2.      Papa Indah : Ringan tangan, pemarah dan pekerja keras.

3.      Kakak Indah : Keras kepala, penyayang dan mandiri.

4.      Dita (Teman Indah) : Baik, setia kawan, penyabar dan perhatian.

5.      Dimas (Teman Pandu) : Baik dan setia kawan.

Kritikan :

Dari keseluruhan film, saya merasa sudah cukup baik. Nuansa romantis dan sedihnya mampu menggugah perasaan seakan itu terjadi pada penonton sendiri. Namun, alur ceritanya sedikit membingungkan karena keterkaitan antara peristiwa satu dan yang lainnya kurang jelas.  Apabila peristiwa tersebut ingin ditampilkan secara singkat, maka seharus ada narator yanag membacakan jalan ceritanya.

Jumat, 05 Oktober 2012

This Silent Love



Silent Love
Once upon a time there was a sweet couple who love each other very much. They lived in small village on the hill. They were not marry yet. Because the girl’s family didn’t allow this girl marry with the boy. The boy was from poor family and can’t made the girl happy for their life.
One day, after the boy got new better job. The boy asked the girl to follow him to new town in overseas. But the girl was doubt. Then, she asked the boy : “ How deep is your love for me?”
The boy just silence, he can’t answer the girl’s question. He was not good in sweet words, but he tried to smile and confidently told something to the girl.
“Actually, I can’t say anything for you about this love. I can leave you alone here. Do you know because what? Because I’m scare you will leave me after I say this sentences. Do you want to marry me?” said the boy hopely.
The girl smiled and whispered to the boy’s ear. “I will marry you after you come back,” said the girl and she leave the boy alone.

Jumat, 01 Juni 2012

Congratulation!!

Yth. Bapak Julianta Manalu

Udah aku upload nih semua LKS nya, ga semua juga sih!! Cuma beberapa aja, abis capek banget uploadnya pak >O<
Tapi all is over. Give me high score yah :)) Hehehe..

Sincerly, Gusti Indah Lestari Kelas X5