Total Tayangan Halaman

Jumat, 15 Februari 2013

Part 8 ~Maaf Atas Yang Terlewatkan~ *End*



Part 8
Sedari peristiwa itu, aku tidak pernah lagi mendengar kabarnya. Melihatnya pun tak pernah. Dia dimana sekarang?
“Woi, lo kok bengong aja sih Ta?” tanya Bella yang tiba-tiba sudah duduk di sebelahku.
“Hm, kamu habis jalan sama Kak Zacky ya?” ucapku seraya terus menatap lurus ke depan.
“Lo masih mikirin Ramzi ya, Ta. Udahlah lupain aja dia, mungkin aja dia emang sengaja ninggalin lo buat balas dendam,” kata Bella yakin.

Part 7 ~Maaf Atas Yang Terlewatkan~



Part 7

“Kak Dimas beneran ga pengen Esta anter ke Bandara?” tanyaku yang ketiga kali dan Kak Dimas hanya mengangguk.

“Mas, aku bakal rindu kamu. Pasti deh,” isakku.

Hari ini Dimas akan berangkat ke Paris, dua bulan yang lalu dia mengikuti tes beasiswa ilmu teknik di Paris dan dia lulus tes.


Part 6 ~Maaf Atas Yang Terlewatkan~



Part 6

“Dimas, kamu lagi apa di dalam? Aku masuk ya,” aku sudah mengetok-ngetok pintu kamar, tapi Dimas tidak keluar juga.

“Esta, kamu ga boleh masuk kamar kakakmu kalau ga diizinin sayang,” teriak mama dari ruang tamu.

“Iya Ma! Aku cuma pengen ngambil novel aja kok bentar,” sahutku.


Rabu, 13 Februari 2013

Part 5 ~ Maaf Atas Yang Terlewatkan~



Part 5

“Woi! Lo kok bengong pagi-pagi gini, pasti lagi  mikirin gue kan. Kangen ya?” celoteh bella saat dia tiba di kelas pagi ini. Libur semester telah usai dan kami disibukkan kembali dengan kegiatan sekolah.

“Ramziiiiiii! Lo kok diem? Huu” dia merajuk.


Part 4 ~Maaf Atas Yang Terlewatkan~



Part 4

Aku rindu Surabaya, aku rindu ayahku dan aku rindu dia Tuhan. Kenapa aku ada disini dan bukan di Surabaya bersama orang-orang yang aku sayangi? Aku ingin kembali.

“Mas, besok kan udah libur semester lo mau nemenin gue ga pergi ke suatu tempat?” aku bertanya pada Dimas yang sedang bermain game.


Part 3 ~Maaf Atas Yang Terlewatkan~



Part 3

Hari ini cuacanya galau badai banget. Di luar hujan lebat dan aku lupa bawa payung. Sementara teman-teman yang lain sudah pada nekat pulang, aku malah masih betah berdiri di pinggiran perpustakaan ini sambil menunggu hujan reda. Dingin brrrr!
Apalagi dari jendela aku bisa liat Ramzi sedang duduk di perpustakaan sambil membaca novel. Dia terlihat sangat tampan saat seperti ini, aku menahan kaki ini agar tidak masuk ke dalam dan menyapanya.


Part 2 ~Maaf Atas Yang Terlewatkan~



Part 2

“Esta bangun dong! Woi bangun! Lo bisa telat ke sekolah kalo ga bangun sekarang,” kata seseorang sayup-sayup di telingaku.

“Jam.. be..ya..pa seka..yang?” tanyaku dari balik selimut. Mata ini terasa di lem, setelah tiga hari ikut MOS badan ini capeknya beeuuh seperti ditimpa karung besi.