Total Tayangan Halaman

Jumat, 15 Februari 2013

Renkarnasi Matahari, Bintang, dan Bulan *Part 2*



Part 2 ~Breathless~
Aku sudah menunggu Ari sekitar satu jam lebih, namun dia tidak muncul juga. Sudah 3 gelas cappuccino ku habiskan di kafe ini. Kami janjian makan siang bareng hari minggu ini. Aku lelah sekali jadi ku putuskan untuk pulang saja.
Saat sedang menunggu di halte bus aku melihat ada toko musik di seberang jalan. Tanpa pikir panjang aku segera mendatangi toko itu. Ternyata di dalamnya banyak sekali di jual alat musik dan kaset lagu-lagu.
“Wah kok aku baru tau ya ternyata ada toko musik baru buka disini,” gumamku seraya terkagum-kagum.

Renkarnasi Matahari, Bintang, dan Bulan



Part 1 ~Just be mine~
“Bintang, aku ada satu permintaan. Aku mau kamu nemuin aku sama pangeran charming ku. Aku harap dia adalah orang yang sedang ada di sebelah aku sekarang,” doaku dalam hati seraya menatap bintang jatuh diangkasa.
Aku memanjatkan harapan seperti ini sudah beribu kali namun tetap saja orang yang di sebelahku ini tidak pernah menunjukkan tanda-tanda bahwa dirinya adalah pangeran charming ku itu. Maksudku dia tidak menunjukkan kenyataan bahwa dia menyukaiku!
“Kamu pasti doa sama bintang jatuh lagi kan?” tanya nya kepadaku.
“Iya dong! Soalnya bintang jatuh pasti bakal ngabulin harapan aku,” kataku mantap.
“Kamu berharap apa, kenapa harus setiap malam?” dia menoleh penasaran padaku.
Aku bergumam dalam hati, “berharap kamu menjadi pangeran charming-ku, Ri.”
“Kok ga jawab?”
“Itu rahasia!” tegasku.

Part 8 ~Maaf Atas Yang Terlewatkan~ *End*



Part 8
Sedari peristiwa itu, aku tidak pernah lagi mendengar kabarnya. Melihatnya pun tak pernah. Dia dimana sekarang?
“Woi, lo kok bengong aja sih Ta?” tanya Bella yang tiba-tiba sudah duduk di sebelahku.
“Hm, kamu habis jalan sama Kak Zacky ya?” ucapku seraya terus menatap lurus ke depan.
“Lo masih mikirin Ramzi ya, Ta. Udahlah lupain aja dia, mungkin aja dia emang sengaja ninggalin lo buat balas dendam,” kata Bella yakin.

Part 7 ~Maaf Atas Yang Terlewatkan~



Part 7

“Kak Dimas beneran ga pengen Esta anter ke Bandara?” tanyaku yang ketiga kali dan Kak Dimas hanya mengangguk.

“Mas, aku bakal rindu kamu. Pasti deh,” isakku.

Hari ini Dimas akan berangkat ke Paris, dua bulan yang lalu dia mengikuti tes beasiswa ilmu teknik di Paris dan dia lulus tes.


Part 6 ~Maaf Atas Yang Terlewatkan~



Part 6

“Dimas, kamu lagi apa di dalam? Aku masuk ya,” aku sudah mengetok-ngetok pintu kamar, tapi Dimas tidak keluar juga.

“Esta, kamu ga boleh masuk kamar kakakmu kalau ga diizinin sayang,” teriak mama dari ruang tamu.

“Iya Ma! Aku cuma pengen ngambil novel aja kok bentar,” sahutku.


Rabu, 13 Februari 2013

Part 5 ~ Maaf Atas Yang Terlewatkan~



Part 5

“Woi! Lo kok bengong pagi-pagi gini, pasti lagi  mikirin gue kan. Kangen ya?” celoteh bella saat dia tiba di kelas pagi ini. Libur semester telah usai dan kami disibukkan kembali dengan kegiatan sekolah.

“Ramziiiiiii! Lo kok diem? Huu” dia merajuk.


Part 4 ~Maaf Atas Yang Terlewatkan~



Part 4

Aku rindu Surabaya, aku rindu ayahku dan aku rindu dia Tuhan. Kenapa aku ada disini dan bukan di Surabaya bersama orang-orang yang aku sayangi? Aku ingin kembali.

“Mas, besok kan udah libur semester lo mau nemenin gue ga pergi ke suatu tempat?” aku bertanya pada Dimas yang sedang bermain game.